Senin, 26-01-2026
  • الإِخْلاَصُ رُوْحُ الْعَمَلِ, Sincerity is the essence of every action, Keikhlasan adalah ruh dari setiap amalالإِخْلاَصُ رُوْحُ الْعَمَلِ, Sincerity is the essence of every action, Keikhlasan adalah ruh dari setiap amalالإِخْلاَصُ رُوْحُ الْعَمَلِ, Sincerity is the essence of every action, Keikhlasan adalah ruh dari setiap amalالإِخْلاَصُ رُوْحُ الْعَمَلِ, Sincerity is the essence of every action, Keikhlasan adalah ruh dari setiap amalالإِخْلاَصُ رُوْحُ الْعَمَلِ, Sincerity is the essence of every action, Keikhlasan adalah ruh dari setiap amalالإِخْلاَصُ رُوْحُ الْعَمَلِ, Sincerity is the essence of every action, Keikhlasan adalah ruh dari setiap amal
  • الإِخْلاَصُ رُوْحُ الْعَمَلِ, Sincerity is the essence of every action, Keikhlasan adalah ruh dari setiap amalالإِخْلاَصُ رُوْحُ الْعَمَلِ, Sincerity is the essence of every action, Keikhlasan adalah ruh dari setiap amalالإِخْلاَصُ رُوْحُ الْعَمَلِ, Sincerity is the essence of every action, Keikhlasan adalah ruh dari setiap amalالإِخْلاَصُ رُوْحُ الْعَمَلِ, Sincerity is the essence of every action, Keikhlasan adalah ruh dari setiap amalالإِخْلاَصُ رُوْحُ الْعَمَلِ, Sincerity is the essence of every action, Keikhlasan adalah ruh dari setiap amalالإِخْلاَصُ رُوْحُ الْعَمَلِ, Sincerity is the essence of every action, Keikhlasan adalah ruh dari setiap amal

Keikhlasan Adalah Jiwa dari Setiap Perbuatan

Diterbitkan : - Kategori : Madrasah / Pendidikan

Di era sekarang, berbuat baik bukan hanya soal niat, tetapi juga soal eksistensi. Banyak kebaikan yang dilakukan lalu diunggah ke media sosial. Tidak salah berbagi kebaikan, tetapi yang perlu kita jaga adalah niat di dalam hati. Karena dalam Islam, yang paling utama dari sebuah amal bukanlah seberapa besar perbuatannya, melainkan seberapa ikhlas niatnya. Inilah yang disebut dengan Al-Ikhlāsh Rūḥul ‘Amal—keikhlasan adalah jiwa dari setiap amal.
Secara sederhana, ikhlas berarti melakukan sesuatu hanya karena الله, bukan karena ingin dipuji, ingin terkenal, atau ingin mendapatkan keuntungan dunia. Rasulullah ﷺ bersabda:
Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907]
Hadis ini mengingatkan kita bahwa dua orang bisa melakukan perbuatan yang sama, tetapi hasilnya berbeda di sisi الله. Satu bernilai pahala besar karena ikhlas, sementara yang lain bisa tidak bernilai karena niat yang salah.
Sebagai siswa Madrasah Aliyah, kita setiap hari melakukan banyak aktivitas: belajar, mengerjakan tugas, mengikuti organisasi, membantu teman, hingga beribadah. Semua itu bisa menjadi ibadah yang bernilai pahala besar jika dilakukan dengan ikhlas.
Contohnya: Belajar dengan sungguh-sungguh karena ingin mencari ilmu sebagai ibadah, bukan sekadar agar mendapat nilai bagus. Mengerjakan tugas dengan jujur tanpa mencontek. Membantu Guru dalam membersihakan lingkungan Madrasah, Membantu teman tanpa mengharapkan pujian, Aktif dalam OSIS, Pramuka, Paskibra dengan niat berkontribusi, bukan ingin terkenal. Semua itu adalah bentuk keikhlasan yang sederhana, tetapi sangat bermakna di sisi الله.
Di zaman digital seperti sekarang, ikhlas menjadi semakin berat untuk dijaga. Banyak orang berlomba-lomba menampilkan kebaikan di depan kamera. Tidak sedikit yang akhirnya berbuat baik agar dipuji, bukan karena الله. Padahal, kebaikan yang paling mulia adalah kebaikan yang dilakukan saat tidak ada yang melihat, kecuali الله.
Orang yang ikhlas tidak mudah kecewa saat tidak dihargai. Ia tetap berbuat baik meskipun tidak dipuji. Ia sadar bahwa الله Maha Melihat dan Maha Membalas setiap amal.
Keikhlasan memberikan banyak dampak positif dalam kehidupan siswa, di antaranya: Hati menjadi lebih tenang, Tidak mudah iri terhadap keberhasilan orang lain, Tidak mudah putus asa saat belum dihargai, Lebih semangat dalam belajar dan beribadah.
Pelajar yang ikhlas tidak belajar karena terpaksa, tetapi karena cinta pada ilmu. Tidak berbuat baik karena ingin dilihat, tetapi karena ingin mendapatkan ridha الله.
Ikhlas bukan sekali jadi, tetapi harus dilatih setiap hari. Setiap akan melakukan aktivitas, biasakan bertanya pada diri sendiri: “Aku melakukan ini karena siapa?” Jika niat mulai melenceng, segera luruskan kembali. Karena tanpa ikhlas, amal sebaik apa pun bisa menjadi sia-sia.
Sebagai pelajar Madrasah Aliyah, kita tidak hanya dituntut untuk cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual dan akhlak. Keikhlasan menjadi bekal utama dalam hidup, baik di sekolah maupun di masyarakat. Mari kita latih diri untuk selalu ikhlas dalam belajar, beribadah, berorganisasi, dan berbuat baik.
Karena sesungguhnya, Al-Ikhlāsh Rūḥul ‘Amal—keikhlasan adalah jiwa dari setiap perbuatan. (THDA)

Tag :

1 Komentar

ikrom
Kamis, 11 Des 2025

Luar biasa, ustad kuuu

Balas

Beri Komentar

Tinggalkan Balasan ke ikrom Batalkan balasan