Senin, 26-01-2026
  • الإِخْلاَصُ رُوْحُ الْعَمَلِ, Sincerity is the essence of every action, Keikhlasan adalah ruh dari setiap amalالإِخْلاَصُ رُوْحُ الْعَمَلِ, Sincerity is the essence of every action, Keikhlasan adalah ruh dari setiap amalالإِخْلاَصُ رُوْحُ الْعَمَلِ, Sincerity is the essence of every action, Keikhlasan adalah ruh dari setiap amalالإِخْلاَصُ رُوْحُ الْعَمَلِ, Sincerity is the essence of every action, Keikhlasan adalah ruh dari setiap amalالإِخْلاَصُ رُوْحُ الْعَمَلِ, Sincerity is the essence of every action, Keikhlasan adalah ruh dari setiap amalالإِخْلاَصُ رُوْحُ الْعَمَلِ, Sincerity is the essence of every action, Keikhlasan adalah ruh dari setiap amal
  • الإِخْلاَصُ رُوْحُ الْعَمَلِ, Sincerity is the essence of every action, Keikhlasan adalah ruh dari setiap amalالإِخْلاَصُ رُوْحُ الْعَمَلِ, Sincerity is the essence of every action, Keikhlasan adalah ruh dari setiap amalالإِخْلاَصُ رُوْحُ الْعَمَلِ, Sincerity is the essence of every action, Keikhlasan adalah ruh dari setiap amalالإِخْلاَصُ رُوْحُ الْعَمَلِ, Sincerity is the essence of every action, Keikhlasan adalah ruh dari setiap amalالإِخْلاَصُ رُوْحُ الْعَمَلِ, Sincerity is the essence of every action, Keikhlasan adalah ruh dari setiap amalالإِخْلاَصُ رُوْحُ الْعَمَلِ, Sincerity is the essence of every action, Keikhlasan adalah ruh dari setiap amal

SEBESAR KEINSYAFANMU SEBESAR ITU PULA HASIL YANG KAU RAIH

Diterbitkan : - Kategori : Ektrakulikuler

Negeri Indonesia Bumi Pertiwi
Padamu negeri Kami berjanji
Bagimu negeri
Dari Sabang sampai Marauke terbentang luas kekayaan bangsa beragam suku bahasa dibawah naungan satu bendera itulah
Yakinkan diri yang hakiki
Toleransi saling terjaga
Tak peduli kita siapa ntah dari suku mana, bagaimana bahasanya, Indonesia harus tetap terjaga
Pemuda hebat jauhin narkoba
kebersamaan yang kau rencanakan akan hancur seketika, suram karena narkoba, buram karena narkoba
kebersamaan harus tetap saling terjaga
Terkadang kita tidak menyadari bahwa telah banyak menghilangkan dan membuang-buang waktu kita hanya dengan hal yang sia-sia dan kita menyadari hal itu telah setelah waktu nya tiba.
Mata luka sengkon karta kami pemuda indonesia menghidupi mimpi dari keringat dan kerja keras kami sendiri .
Kesederhanaan adalah panutan hidup dapat untung dilipat dan ditabung.
Sembilan Belas Tujuh Empat tanah air yg kucinta berumur Dua puluh sembilan tahun
waktu yg bagi berdirinya sebuah negara
Lambang garuda dasarnya pancasila
Undang undang empat puluh lima merajut banyak peristiwa
Pembantai enam jendral satu perwira enam jam dalam satu malam mati di lubang tak berguna tak ada dalam sejarah mahabarata hanya di sejarah Indonesia
‎Pembangunan lima tahun bisa jdi pembantaian dalam waktu lima tahun, air mataku mengalir bagai air terjun
‎Di kala jasad bersemayam di lubang buaya
‎Tak akan terhindarkan, para pahlawan gugur di medan perang
‎Demi membela tanah air atas kekejaman para pengkhianat bangsa,
‎‎Darah-darah mengalir
‎Tercecer di tanah kering
‎Seiring perjuangan para pahlawan.. revolusi.
‎Jika Negaraku tak akan bertahan
‎Akan kupertahankan, kuperjuangkan
‎‎Gerakanmu akan kuhapuskan di bumi Indonesia pertiwi

Itulah rangkaian monolog yang diucapkan oleh Inggrit dan Rifki pada lomba-lomba LKBB yang sudah dipersiapkan lama sebelum dipentaskan. Terakhir Patriot Prawira Bangsa, nama Pasukan Paskibra Madrasah Aliyah Al-Mukhlishin ini tampil di Configh Championship SMAN 58 Jakarta Timur, dan alhamdulillah Pasukan Kang Agus Suhendrik ini berhasil menggondol tiga trophy, Juara Bina 1, Juara Bina 3 dan Juara Utama 2 Kostum terbaik. Sebenarnya sudah banyak prestasi yang membanggakan ditorehkan dalam sejarah Madrasah Aliyah Al-Mukhlishin oleh Patriot Prawira Bangsa, ini hal yang sangat istimewa, karena sangat sedikit Madrasah Aliyah yang ikut berkompetisi aktif dalam ekstrakurikuler Paskibra.
Ada hal yang sangat menarik dari teks monolog diatas yaitu “Terkadang kita tidak menyadari bahwa telah banyak menghilangkan dan membuang-buang waktu kita hanya dengan hal yang sia-sia dan kita menyadari hal itu setelah waktunya tiba.”

Inilah yang sering terjadi pada sebagian anak-anak kelas 12 yang menyadarinya ketika mereka sudah lulus dari Madrasah Aliyah banyak diantara mereka merasakan belum mendapatkan hasil yang maksimal dari belajar selama tiga tahun di Madrasah Aliyah.
Ada beberapa dari lulusan baru merasa belum cukup ilmu untuk masuk ke jenjang berikutnya yaitu kuliah. Mereka merasa masih belum mumpuni untuk berkuliah sehingga perlu untuk mempersiapkan diri kembali dengan cara masuk ke pesantren-pesantren tradisional untuk mematangkan diri mereka kembali walaupun harus kehilangan waktu satu tahun atau beberapa tahun lagi.
Menyikapi hal ini, penting bagi kita untuk menyadari keberadaan kita saat ini yaitu ketika kita masuk pintu gerbang pertama kali di Madrasah Aliyah, atau ketika kita meninggalkan masa-masa SMP atau MTS dan memasuki gerbang Madrasah Aliyah.
Seandainya waktu itu kita sadar betapa mesti mempersiapkan diri untuk tiga tahun ke depan pasti kita akan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baik sehingga belajar dengan sungguh-sungguh mengisi hari-hari kita dengan belajar, belajar dan terus belajar tanpa mengenal lelah inilah yang sering diucapkan dalam pepatah Arab بقدر ما تعتني تنال ما تتمنى artinya sebesar keinsyafanmu sebesar itu pula yang kamu raih.
Seperti yang sering diungkapkan Pelatih Paskibra Hebat kita Kang Agus Suhendrik “Proses tidak pernah mengkhianati hasil”.
SELAMAT BERJUANG DAN SUKSES SELALU…
(THDA)

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan

Post Terkait